Hal-hal Tentang Iklan Facebook yang Perlu Kamu Ketahui

Facebook Ads atau iklan Facebook adalah fitur dari Facebook untuk mengiklankan atau mempromosikan Fanpage yang sudah dibuat sebelumnya oleh pengguna Facebook. Fitur ini dapat dipasang dengan jangkauan yang berbeda dan dapat diatur sedemikian rupa oleh pemasang iklan.

Tentunya sebagai pemilik bisnis online, kamu akan bertanya-tanya mengapa harus pasang iklan di Facebook. Perlu nggak sih? Ini dia yang akan kamu dapatkan jika memasang iklan Facebook.

Kenapa harus pasang iklan Facebook?

1. Lebih tertarget

Iklan Facebook sangatlah spesifik dimana kamu bisa memilih siapa saja target pasarmu dan jenis iklan apa yang ingin kamu jalankan. Facebook akan menawarkan kategori target seperti jenis kelamin, umur, lokasi, golongan, hingga prediksi perilaku konsumen.

2. Jangkauan lebih luas

Iklan yang kamu pasang di Facebook tidak hanya ditampilkan di halaman Facebook saja, tetapi juga di aplikasi lain yang terintegrasi dengan Facebook. Jadi, iklan yang kamu pasang akan beredar luas di luar Facebook. Semakin luas pasar yang bisa kamu jangkau.

3. Memberikan matrix analisis lanjutan

Tidak hanya menyebarkan iklan, Facebook juga memberikan matrix analisis iklan yang sudah kamu pasang. Iklan Facebook juga akan memberikan analisis kampanye lanjutan yang seharusnya kamu lakukan untuk iklan selanjutnya. Keren banget, kan!!

4. Memperkuat brand

Iklan Facebook akan menampilkan iklanmu ke audiens tertarget beberapa kali dalam sehari, dan akan tayang selama beberapa waktu tertentu. Dengan begitu, audiens tersebut akan sering melihat iklanmu dan mulai penasaran apa sih yang sering muncul di news feed mereka.

Jenis-jenis iklan Facebook

Setelah mengetahui keuntungan apa saja yang akan kamu dapatkan ketika memasang iklan di Facebook, kamu juga perlu mengetahui macam-macam iklan Facebook. Ada dua kriteria iklan Facebook yang bisa kamu manfaatkan sesuai dengan kebutuhanmu. Yang pertama adalah iklan berdasarkan penempatan yang dibagi menjadi 2. Kemudian ada iklan berdasarkan objektif yang masih dibagi lagi menjadi beberapa. Banyak, kan? Akan kami jelaskan satu per satu, nih sobat MEA.

1. Iklan Facebook berdasarkan penempatan

a. Facebook Ads

Facebook ads adalah iklan yang ditampilkan di dalam Facebook. Iklan ini muncul dalam newsfeed, baik di desktop atau di smartphone 

b. Facebook Audience Network

Sedangkan, jenis iklan Facebook ini menampilkan iklan di luar Facebook. Jadi, iklan ditampilkan di website-website lain yang terintegrasi dengan Facebook.

2. Iklan Facebook berdasarkan objektif iklan

Iklan Facebook ini digunakan berdasarkan tujuan pengguna iklan. Pada bagian ini, kami akan membahas 5 jenis iklan yang paling sering digunakan.

a. Facebook Page Post Engagement Ads

Page Post Engagement (PPE) Ads bertujuan untuk mendapatkan like, comment, dan share sebanyak-banyaknya dari sebuah iklan. Dengan statistik insight yang ada, kamu dapat mengetahui berapa banyak iklanmu mendapatkan like, comment, dan share. Hal ini juga membantumu untuk mengetahui jenis cerita iklan seperti apa yang disukai oleh pengguna Facebook yang ditargetkan untuk menerima iklanmu.

b. Facebook Link Click Ads

Iklan Facebook ini bertujuan untuk menambah jumlah klik terhadap link yang kamu cantumkan di postingan tersebut. Jadi, kamu hanya perlu membuat headline dan subheadline yang menarik, kemudian ceritakan fitur atau kelebihan yang dimiliki oleh produk kamu, lalu diakhiri dengan CTA (call-to-action) seperti “Klik link dibawah ini ya biar kamu makin tahu!!” atau dengan susunan kalimat yang lain.

c. Facebook Website Conversion Ads

Dengan menggunakan iklan Facebook jenis ini, kamu akan mendapatkan konversi ke website yang kamu miliki.konversi yang dimaksud adalah untuk mengajak pengguna melakukan hal selanjutnya, bisa berupa subscription, add to cart, purchase, atau hal lain yang kamu ingin mereka lakukan.

d. Facebook Video Ads

Sesuai namanya, iklan Facebook ini bertujuan agar para pengguna Facebook melihat video kamu. Setelah melihat video yang kamu cantumkan di iklan, kamu bisa membawa dan menarik mereka untuk mengunjungi website-mu dengan memberikan link lanjutan.

e. Facebook Lead Ads

Nah, jenis iklan Facebook ini juga pasti sering kamu temukan, sobat MEA. Kamu pernah dong lihat iklan yang memintamu untuk memasukkan informasi tertentu? Iklan ini bertujuan untuk mendapatkan informasi pengguna seperti nama dan umur, atau untuk mendapatkan kontak pengguna, seperti alamat email atau nomor telepon.

Informasi yang diberikan oleh pengguna akan secara otomatis di pre-filled oleh Facebook, sehingga pengguna Facebook hanya perlu melakukan sign up dan submit untuk memberikan data mereka untukmu.

Iklan Facebook bayar nggak?

Sebagai pemilik bisnis online, tentunya kamu sudah tidak asing bukan dengan fitur Facebook Ads ini? Jika kamu baru mengenal Facebook Ads atau iklan Facebook, kamu perlu mengetahui bahwa untuk memasang iklan di Facebook, tentunya kamu perlu membayar. Jangan kaget gitu dong, haha. Kita memang perlu mengeluarkan uang terlebih dahulu dalam bisnis untuk mendapatkan lebih banyak uang. Tenang, bakal worth it, kok!

Biaya untuk membayar iklan Facebook ini sangat bervariasi loh, sobat MEA. Kamu bisa menyesuaikan dengan budget yang kamu miliki saat ini. Kamu bisa mulai memasang iklan hanya dengan Rp. 10.000,- saja! Semakin besar biaya yang kamu keluarkan, algoritma iklan Facebook akan menampilkan iklanmu ke berbagai audiens sekaligus.

Saran dari kami sih kalau kamu adalah pebisnis pemula, kamu bisa mulai memasang iklan dengan tarif rendah terlebih dahulu, kemudian baru kamu naikkan lagi seiring berjalannya waktu agar kamu tidak terbebani sejak awal karena biaya iklan yang mahal.

Nah, itu dia beberapa hal penting tentang iklan Facebook

Udah jelas banget kan penjelasan dari kami? Masih kurang? Atau pengen tahu lebih? Bisa banget! Kamu cukup mengikuti Kelas Online kami di sini!

Cara Jualan di Tokopedia dan Hal-hal yang Perlu Kamu Hindari

Tokopedia yang baru-baru ini merger dengan Gojek dan membuat kolaborasi dengan nama GoTo, merupakan salah satu marketplace terbesar di Indonesia. Dengan tampilan yang simpel dan rapi, banyak orang yang memilih menggunakan Tokopedia karena mudah digunakan. Hal ini mempermudah para pemula dalam marketplace.

Sebagai marketplace dengan pengguna yang banyak, kesempatan untuk melebarkan bisnismu melalui Tokopedia terbilang tinggi. Ingin tahu cara jualan di Tokopedia?

Cara jualan di Tokopedia

Sebagai penjual, salah satu hal yang paling diinginkan adalah tokomu dikenal banyak orang sehingga semakin banyak pembeli. Ini dia beberapa cara jualan di Tokopedia untuk menaikkan penjualanmu:

1. Bangun traffic toko

Membangun traffic bertujuan untuk memperbanyak pengguna Tokopedia untuk mengunjungi tokomu. Salah satu kesulitan terbesar bagi penjual baru adalah menaikkan traffic. Cara jualan di Tokopedia adalah kamu perlu mengekspos toko kamu secara luas agar diketahui oleh banyak orang. Ini dia beberapa cara yang bisa kamu lakukan:

  • Melakukan promosi ke orang terdekat

Dengan melakukan promosi ke keluarga, saudara, teman, atau bahkan kenalan, kamu bisa mulai menaikkan traffic toko kamu. Cukup beritahu mereka tentang apa yang sedang kamu lakukan dan apa produk yang kamu jual, dan minta mereka untuk melihat tokomu di Tokopedia.

  • Melakukan promosi di sosial media

Semakin banyak pengguna sosial media dari hari ke hari. Jika kamu melakukan promosi di sosial media seperti Instagram, Twitter, Facebook, hingga melalui WhatsApp, maka besar kemungkinan semakin banyak orang yang mengetahui tokomu. Cara jualan ini bisa menaikkan traffic toko online-mu di Tokopedia.

2. Menggunakan iklan berbayar

Cara jualan di Tokopedia selanjutnya adalah dengan menggunakan iklan berbayar. Nggak mau keluar uang? Weits, perlu diingat bahwa sebelum mendapatkan lebih banyak uang, kamu tentu perlu sedikit berkorban untuk mengeluarkan uang.

Iklan berbayar ini akan membuat jualanmu semakin tertarget dengan spesifik. Tentunya kamu ingin menjual produk ke orang yang benar-benar membutuhkan produkmu dong, sobat MEA? Kamu tidak bisa menawarkan makanan kucing ke orang yang memelihara burung. Nah, inilah gunanya iklan berbayar.

Di Tokopedia, ada fitur bernama TopAds yang akan mempromosikan produk dan tokomu. Dengan menggunakan fitur ini, produkmu akan muncul di halaman hasil pencarian, kategori, dan Hot List. cara jualan di Tokopedia ini akan membantu produkmu semakin mudah dicari dan dilihat oleh pembeli.

3. Buat konten yang menarik

Dalam membuat konten yang menarik, kamu tidak hanya membutuhkan gambar dan deskripsi produk yang menarik. Tetapi kamu juga perlu menggunakan tagline atau hashtag yang unik dan mudah diingat agar pembeli mudah langsung mengenali produkmu. Hal ini juga bertujuan untuk membedakan produk kamu dengan produk milik kompetitor. Ada beberapa hal yang bisa meningkatkan cara jualan di Tokopedia yang berkaitan dengan membuat konten yang menarik:

  • Memakai endorser

Seperti poin kedua, kamu memang perlu melakukan sedikit pengorbanan untuk mendapatkan uang. Endorser sendiri adalah pengguna sosial media yang sudah memiliki banyak pengikut dan dapat membantu dalam mempromosikan produkmu dengan kamu membayar jasa mereka. Para endorser akan mempengaruhi pengikutnya untuk ikut membeli produkmu dengan memberikan review mereka terhadap produk yang kamu tawarkan. Endorser dapat berupa selebgram, influencer, blogger, dan lain sebagainya.

  • Membuka partnership

Cara jualan di Tokopedia selanjutnya adalah dengan melakukan partnership dengan toko lain. Kalian bisa saling mempromosikan produk satu sama lain di toko masing-masing sehingga mampu menjangkau pembeli yang lebih luas. Sama-sama menguntungkan bukan?

Nah, setelah mengetahui cara jualan di Tokopedia, kamu juga perlu tahu beberapa kesalahan ketika jualan di Tokopedia nih, sobat MEA.

Kesalahan ketika jualan di Tokopedia

Ada beberapa kesalahan yang sering dilakukan atau tanpa sadar dilakukan oleh para penjual pemula. Beberapa kesalahan ini sangat mempengaruhi bisnis baru dan keberlanjutan dari toko online. Untuk itu, kamu perlu menghindari terjadinya hal-hal di bawah ini, sobat MEA:

1. Foto produk tidak menarik

Foto produk yang kamu pasang merepresentasikan apa yang kamu jual. Usahakan pasang foto dengan warna yang menarik dan sediakan foto dari berbagai sudut agar pembeli dapat melihat produkmu dengan detail.

2. Kurang memperhatikan deskripsi produk

Deskripsi produk yang tidak jelas dan asal copy paste juga dapat mempengaruhi kualitas produk dan tokomu. Penulisan deskripsi yang terkesan asal-asalan akan membuat informasi mengenai produk yang akan kamu berikan menjadi tidak tersampaikan. Jika informasi yang kamu sampaikan tidak jelas, pembeli cenderung akan mencari toko lain dengan produk yang serupa daripada mengirim pesan untuk bertanya lebih mengenai produk tersebut.

3. Tidak menempatkan produk sesuai kategori

Memasukkan produk ke kategori yang tepat sangat penting karena hal ini berkaitan dengan proses pencarian produk. Misal kamu menjual frame kacamata. Seharusnya kamu masukkan ke kategori aksesoris atau fashion. Tidak bisa kamu masukkan ke kategori makanan ringan.

4. Menjual produk dengan harga terlalu murah

Persaingan harga di marketplace memang sangat ketat. Tetapi, memasang harga murah di produk bukanlah jawabannya. Kamu terancam bangkrut jika memasang harga yang terlalu murah. Alternatif yang bisa kamu lakukan adalah dengan memberikan diskon atau voucher pada periode tertentu. Diskon dan voucher biasanya akan lebih menarik bagi pembeli daripada harga barang yang murah karena akan terkesan produk yang dijual itu murahan.

5. Tidak dapat melayani pembeli dengan baik

Hal ini sering disepelekan oleh penjual karena kebanyakan penjual maunya hanya menerima pertanyaan seputar pemesanan dan pembayaran. Sedangkan, biasanya pembeli akan mengajukan pertanyaan seputar produk yang kamu tawarkan. Ketika pembeli menanyakan tentang produk, kamu juga bisa menjelaskan mengenai kelebihan produkmu agar mereka semakin tertarik untuk membeli.

6. Mengira bahwa jualan di Tokopedia akan langsung membuat kaya

Karena jualannya mudah dan gratis, bukan berarti berjualan di marketplace akan semudah itu loh, sobat MEA. Jumlah kompetitor ada banyak dan kemungkinan akan semakin banyak. Kamu pun tetap perlu melakukan promosi dan memasarkan produkmu di luar Tokopedia untuk mencapai pasar yang lebih besar. Selain itu, kamu juga harus aktif untuk memanfaatkan fitur di Tokopedia.

7. Mudah menyerah

Ketika menjalankan bisnis, kamu memang dituntut untuk sabar dan pantang menyerah. Apalagi jika kamu baru saja merintis usaha tersebut. Sikap mudah menyerah hanya akan membebanimu dan membuatmu susah maju. Setiap kamu mencapai titik ingin menyerah, coba dengarkan lagu dari D’Masiv “Jangan Menyerah”. Yaaa siapa tau bikin kamu nggak jadi menyerah, hehe.

Ingin tahu cara jualan di Tokopedia lainnya?

Itu dia cara jualan di Tokopedia dan apa saja yang harus kamu hindari ketika berjualan di Tokopedia agar bisnismu langgeng dan memiliki konsumen setia. Kalau kamu ingin belajar lebih banyak lagi mengenai cara jualan di Tokopedia, ikuti Kelas Online Belajar Tokopedia di sini!